Just another WordPress.com weblog

Haley Joel Osment

God Keeps Me

I think God keeps me in a silent silent way

while won’t drop from the eyes the tears stay

it’s been a long long time it has

and I embrace my voice tight like He does

praying someday it will speak me up

lift me up

to the sun.

“God, this hatred is enough annoying.

The butterfly in stomach; i let my fuse dry.

I let the confusion pass me by.

I can’t stand the fame

but

I can’t stand the flame

either way.

I choose to mute

and look upon hopes

I’m still looking for me,

gratefulness given of being me.”

Feel me in.

Empatikan kami.

Empatikan kami.

Videokeman

videokeman mp3
Home – Michael Buble Song Lyrics

Galau

Heyyy lama ga ke WordPress ane panik lupe pegimane care nambah tulisan baru, Gan! Gile ni idup ye… pusing bang bang dahhh… pokoknya mantep pisan euy. Ga tau nih ane ude lepas dr Bang Skizo sekarang masa2 peralihan terussss….beralih terusss… Hati ane ahamdulille ude baekan. Sekarang hati aktip, tantangannye kudu ngelola biar kagak operaktip. Kadang suke galau nih, kate anak ababil si gitu (ABG labil). Tau da ah….

Ane kebanyakan mikir pikiran orang ke ane. Mestinye ye kagak cuek2 amat juge. Orang pan punye hak supaye bise ketemu me orang nyang waras juge. Tau pan maksud ane?

Ya Alloh…. Kadang ane mikirrr gitu… Kenapee ane dikasi idup begini suse? Kadang enak bise lupe. Tapi ape iye lupe terus2an me asal muasal ane itu baek? Ane mikir mase lalu ane yang suse mungkin bise diganti ma Alloh dg sst yg baek di depan. Banyak konplik, Gan,,, banyak konplik. Ane sendiri sering masih suke bingung kenapee beginiii…. Gimane caranye…ape yang musti ane lakuin… Gimane ye, gimane dong ah???

Ane… ngantuk… hehehe… Ya Alloh…tolongin hambe ye… Hambe kagak sanggup dah, suer, kecuali Dikau yang menyanggupi. Ane pengen idup seneng…ngeliat orang2 bahagie…alhamdulille…. Kagak ngarti da ah… maunye maunye. Semoge Alloh ngebimbing da ah…. amiiiinnn…

Ettt…dahhh….sori tulisannye begini ye, Gan. Ntar kapan dah aye bikin nyang oye-an dikit kaye Cing Mario noh… Ane…pengen bisnis. hihihi… doain ane ye… makasih dah…. makasih dah… makasih dah,,,, gakakakak. God, ane ppengen insting ane kembali. Amennnn… kakakakaka…. thank you dahhh….gile… kakakakaka…..

XD XD XD XD XD XD XD XD

Andai Ia Tahu

Andai ia ada di sampingku sekarang, aku akan menatap dirinya lekat-lekat. Menimbang makhluk seperti apa ia ini, yang mampu menjadikanku ingin menjadi seperti dirinya. Umurnya masih 24, aku yang pilih. Matanya tak pernah menatap pasti, selalu nanar dan seringkali menerawang ke alam pikirnya sendiri (yang justru membuatku semakin asyik saat menatapnya lekat-lekat). Aku selalu bertanya-tanya, tahukah ia…?

Ia selalu ku anuti, sebab tak ada yang seberani dirinya. Ia pemantik api beraniku. Ia pula yang mengepungku dengan asap hidup yang kelabu, yang selalu bimbang dengan perasaanku sendiri. Sekarang lebih 60 tahun telah berlalu. Buku-buku yang ia baca tak pernah ku baca karena terlampau kuno menurut fikir mudaku.

Ril, banyak yang suka karyamu, kau tahu? Dulu kau dicibir dan dimusuhi… Tanggal matimu tak pernah jadi Hari Sastra yang resmi.

Sekarang hidup sangat modern, Ril. Kau tahu? Aku tak tahu apa yang akan kau katakan jika kau menyaksikan semua ini. Tahun ‘42 kau lihat perang, tahun 2011 dendam masih mengurat-akar di dada mereka. Tahun 2000 kian spiritual. Kau yang maunya lepas dari agama, tak mau menukar diri dengan hari esok… Hari ini begitu terasa terang harapan ttg tawaran surga dengan bidari seribu itu. Kau tak perlu mati dulu, hari ini telah jadi seterang esok, Ril.

Tapi itu tadi… Mereka yang tak kenal tawaran ini kian menjadi. ‘Kini atau tidak selamanya’, itulah moto hari ini bagi sebagian besar manusia. Sebagian besar yang hidup di kota semakin menggila saja. Ya, mereka itu yang kau sebut ‘orang kantoran’, yang kini semakin nyata saja di mata seni, mereka tak punya waktu untuk menjadi kehidupan mereka sendiri. Dari 365 hari bagi puluhan tahun hidup mereka, mereka menjalankan rutinitas yang sama. Tak masalah bagi mereka yang terus berinovasi, tapi aku merasa kikuk dengan mereka yang pekerja, dengan mereka yang buruh… Sedih dan kalut jadi satu.

Ril, Aku seakan mengerti bila ini terjadi, bertemu denganmu, pada usiamu yang ke-24, entah dengan alat mesin waktu macam apa (atau tepatnya dengan alat reinkarnasi macam apa) kemungkinan besar kau tak mau tahu aku. Hidupmu terus untuk dirimu, hidupmu, matimu, yang kian hari kian dekat saja. Aku hanya sepi, Ril, dan tak tahu meski membagi yang macam ini dengan siapa. Aku takut diasingkan karena sepi ini. Meski jika aku ingat slogan-slogan kehidupan yang besar, aku bisa saja terbesarkan hati.

Aku baca lagi Arief Budiman, Sebuah Pertemuan. Jenius sekali ia menelisik puisi-puisimu itu. Tambah-tambah rasanya aku ingin duduk begini denganmu. Bertanya-tanya bagaimana bisa, untuk apa, kau tercipta demikian ini. Kau teman dalam sepi, ketika dunia ‘menista lain gila’, seperti anjing mengejar ekornya sendiri, tak habis-habis sampai Tuhan hancurkan apa yang kami usahakan untuk hancur, nanti. Aku hanya kanak-kanak, lemah, tak mengerti, tak berdaya, ‘sekali tetak tentu rebah’, tapi tidak, Ril. Kadang aku merasa aku tak mau kalah dengan lemah ini, meski ia sering mencuri-curi waktu, menari-nari di benakku.

Tentang pemuda, remaja…yang ‘tak tahu apa nasib waktu’, yang akhirnya harus kalah dengan keadaan… Semoga akan ada yang mampu memberi arti pada kami, yang masih terus tumbuh dan bukannya pengecapan label ‘anak kemarin sore’, dsb. Andai kau tahu, perjuanganmu masih ‘belum selesai, belum apa-apa’, bagi kehidupan yang ‘merdeka dari’, apalagi yang ‘merdeka untuk’.

Semoga kau tenang di sana, setelah sebelum ‘ia’ datang menjemput, ada kemungkinan kau telah menyerah padanya… Sementara aku masih ingin menyelami Newton, Disney, dan Einstein. Sedang Muhammad dan Isa adalah harapan. Aku harap ilmu pengetahuan akan dapat membuktikannya: hakikat manusia. Hmmm… Andai engkau tahu…

Posting ini juga bisa Anda temukan di blog saya yg lain poeticarine.tumblr.com

FATIGUE

Fatigue membuat saya g banyak bisa melakukan kegiatan. Oh, Tuhan, maafkan saya. Sakit ini mungkin kebaikan-Nya untuk menghapus dosa-dosa saya yang mengerikan kemarin2 ini… Tuhan,, maafkan saya, ampuni saya, tolonglah saya dalam kehidupan saya ini. Semoga hidup saya bermanfaat untuk orang banyak. Amiiiin…. Maafkan saya yang kurang bersyukur. Semoga Engkau berkenan menjadikan saya orang yang bersyukur. Amiiiinnn…. Terimakasih, ya Allah…. Alhamdulillahirobbil’alaminnn….

Lagu untuk Luna Maya

“Bagai sepasang merpati menuntut keadilan untuk dibebaskan dari sangkarnya.”

To the point and the main, yah… Ada yang membuatku nggak asyik selama mengikuti kasus Ariel Peterpan; aku melihat ada ketidakadilan dalam kasus ini. Sesuatu yang dipaksakan. Bahwa kasus lain yang melibatkan pesohor lain tak diteruskan. Bahwa seseorang yang tidak menggunakan uang tapi hatinya sendiri harus berjibaku melawan penegak hukum yang tak seorangpun tahu benar apakah mereka benar-benar layak menjadi penegak hukum.

Ini bukan masalah aku ‘fans’-nya Ariel lantas aku membelanya. Aku tidak membelanya. Aku membela yang menurutku benar. Ketika pertama tahu ada video porno itu, aku pun mulanya dingin. Sedari dulu aku tahu ‘idola’ku ada kemungkinan melakukan ini. Ketika akhirnya forum pembela islam teriak-teriak dalam demonya, aku masih dingin. Hari gini kita nggak tahu siapa yang lebih setan atau lebih malaikat. Jawabannya aku tahu belakangan: keTuhanan itu privat, di balik betapa berdosanya kita, dan kita bukanlah hakim moral yang berhak menunjuk seseorang itu kafir atau mukmin. Itu tugas Tuhan. Tuhan yang tahu. Tugas kita adalah menjadi pribadi yang lebih baik, terus belajar dan menyebarkan kebaikan sebanyak mungkin di muka bumi.

Teman saya berkata kira-kira begini, “Jika kesalahan direspon dengan telunjuk yang menuduh alih-alih memahami, yang bersalah akan lari dari kita yang bermaksud menunjukkan kebaikan kepada yang bersalah itu. Kesalahan mestilah direspon dengan kasih, bukan kekerasan.”

Wallahua’lam. Riel, kau yang begitu, kau yang bersujud kepada-Nya pula, hanya Ia yang tahu, yang mampu menyayangimu. May His strength within you. Amen.

#Kalo Udah Kebanyakan

Kalo udah kebanyakan… Biasanya aku eror. Kayanya aku kebanyakan pikiran mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer. Semoga Tuhan menyelasaikan masalahku yang satu ini.

#Geje? Hush Hush Hush!

Hmm… Saya belum punya identitas… dan saya masih muda. Sekarang saya lagi giat menulis. Lewat menulis ini saya mencari jati diri. Ah, doakan saja, ya.

#Resolusi Tahun Baru

…saya adalah “Find Meaning, Find Life and Find Lover”. Tolong diaminin.

#Akhir-Akhir Ini

Entah kenapa saya akhir-akhir ini selain Geje juga sensi juga parno ma hantu, maling, tikus. Selain itu saya jadi childish. Sampe-sampe ketika tersadar rasanya saya punya adik yang musti diemong. Kadang-kadang saya juga merasa saya jadi orang lain…

#Blog

Kenapa saya mesti nulis ini semua di blog? Sungguh saya nggak/belum punya visi misi yang jelas dan tentu untuk blog saya. Kadang-kadang curhat seperti ini terasa murah… Saya bikin blog lain lagi aja apa, ya? Yang satu isinya curhat yang satu isinya pikiran-pikiran saya. Hmm… sepertinya itu ide yang…agak repot. Ah, paling tidak saya bisa menyimpan ide ini. Keren, ah… Makasih, Blog!

#Tuhan, Fokus

Ya, Allah… fokuskanlah saya karena saya lagi ada kerjaan…makasih ya Allah, tunjukkanlah aku mau jadi apa aku ini. Amiiin…

#Tuhan, Bencana

Bencana alam di mana-mana…Ya Alllah… maafanlah kami. Tolong diaminin lagi.

#Tuhan, Janji, dan Doa

Ya, Tuhan, mudahkanlah aku dalam memenuhi janji-janjiku kepada siapa aja. Mudahkanlah hidupku. Berikanlah dunia ini cahaya-Mu supaya ga banyak bencana lagi. Amiiin…

 

@Okay, it’s all wrapped. Kayanya aku bakal nggak suka ngebaca postinganku yang satu ini. Sangat bukan aku. *Terus kenapa kamu tulis? @Tau ah… Grrrr….*Larrriiiii…. @Heheheh makanya ga usah banyak nanya! *Oke, Rin, kamu memang lagi ngaco, sekarang aku percaya. @…. *Oke, oke, peace!

 

USAHA!!! (Life Job Desc.)

Aku usaha jadi apapun yang aku bisa. Men,,, ga adil rasanya kalo hidup ini terus-terusan dianggap remeh. But I trust time, I’m trying to trust time. Time, you’ll prove it.

A. In the process: God vs Reality.

Berusaha jadi yang Tuhan mau, di realita, apa yang Tuhan mau???

*Sing?

**Write, what kind of writing?

I wanna be all I can be.

***Draw, paint, draw…

****Design

***** Directing, God is the Director

B. In the process2: ‘Used to’ vs ‘Now’

# Used to= Nerd. Only what’d been in front of me= book.

#Now= the Drawings came, Designs come, Directing’s I don’t know.

C. In NOW: USAHAin SEMUANYA!!!!

D. Summary (sementara):

@Cabang2nya banyak, semua dilihat.

@Harus pandai2 Bagi Waktu.

Thank you Blog, you kaya buku harianku jaman SMA dulu.

FIGHT345678921x!!!!

N.B: Now or Never. Live or Die!

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.